Dec
3
Mazmur 118 describes my semester 3
December 3, 2007 | |
Hai….
Apa kabar semuanya??? Aku dah di indo pada tgl 17 nov…. Akhirnya aku bisa nulis blog ini…. Waktu dimalay, aku super sibuk ampir ga ada waktu tuk nulis blog ini…. Nah Aku mocerita pengalamanku yang luar biasa bersamaNya…. Semester ini sangat beratdan banyak tantangan yang tidak pernah saya kira sebelumnya…
Dalam semester ini, saya mengerjakan project bikin kitchen utensil (peralatan dapur) terbuat dari kayu, presentasi, modelmaking dan juga jadi pemimpin komsel…. Sampai berat badan saya turun 6 kilo…Tetapi Tuhan sangat setia, terus menjaga dan menopang saya…. Setelah aku melewati semester ini, aku sangat bersyukur karena AnugerahNya dan kasih setiaNya gak pernah abis di dalam hidupku…. JAdi aku tidak bisa diam menyimpan pengalaman2ku di dalam hati.. Jadi saya harus… WAJIB…. menceritakan ini supaya teman2 dan pembaca tahu bahwa Tuhan gak pernah salah dan selalu bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan kita…
Tgl 18 nov itu hari minggu dan saya pergi ke GKI layur untuk beribadah. Jadi aku dapet bacaan mazmur 118… Mazmur 118 itu sangat luar biasa… Semakin saya membaca dan merenung… Tuhan kasitao bahwa ini bener2 baru saja saya alami sepanjang semester 3…..
Mazmur 118:1
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih
setia-Nya.
Aku bener2 bersyukur pada Tuhan karena Tuhan selalu mencurahkan AnugerahNya yang memampukan saya melewati semuanya ini…. Tidak ada yang seperti Tuhan… Perbuatan Tuhan2 selalu ajaib di hidupku…
Mazmur 118:5
Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku
dengan memberi kelegaan.
Ada beberapa situasi dalam semester ini yang bikin saya takut banget dan stress tapi saya cerita cuma satu kejadian ini saja.
Tugas bikin modelmaking mailbox dari kayu…. Saya bikin sketch… Desainku terlalu simple… Mao pikir desain laen juga ga bisa.. Yang muncul cuma itu…. Waktu saya liat desain teman2ku semuanya keren banget.. Mao ganti desain juga tidak bisa karena terlanjur udah dalam making progress. Saya bener2 berseru pada Tuhan.. Baru kali ini saya menjerit pada Tuhan …. ,”Tuhan…. Tolonglah aku… Aku ga bisa apa2… aku bingung mo lakukan apa.. Desainku jelek…. Aku butuh Engkau… Aku pingin bikin Mailbox yang terbae buat Engkau… Supaya semua orang tao bahwa Tuhan itu nyata dan hidup di dalam aku… maka mereka memuliakan Tuhan…” Saya omong berulang2 kali pada Tuhan…Tuhan kasih aku ide waktu making progress.
Inti ide concept mailbox itu wooden cottage (pondok kayu). Proses bikin ini
makan waktu 3 minggu… Aku capek dan lelah tiap hari bangun jam 7 pagi dan
bekerja bikin mailbox dari jam 9 pagi di workshop sampai jam 5 sore selama 3
minggu. Progress sangat lambat. Satu hari rasanya pendek banget. Baru bikin
sedikit pekerjaan tiba2 sudah sore dan workshop mao tutup jam 5. Waktu berjalan terlalu cepat…. Jadi saya stress takut ga bisa kumpul on time. Pada suatu hari, setelah sampai di workshop, saya lesu dan stress. Saya merasa Roh Kudus meminta bahkan agak memaksa saya tuk berdoa. Trus saya berdoa di workshop minta agar saya bisa berikan terbae buat Tuhan, dan bisa selesaikan tepat waktu menurut waktu Tuhan bukan waktuku. Setelah selesai doa, tidak sampai 5 menit technician tiba2 datang sendiri pada saya dan bilang, ” Kamu sekarang mo lakukan apa?” Saya bilang,” Saya mau pasang atap.” Dia langsung bantu memasang atap pake paku tembak dengan alat khusus… Tidak sampai 10 menit dah jadi semuanya. Saya bengong dan speechless…. melihat Tuhan langsung jawab doaku. Saya baru mengerti ada kuasa dalam berseru atau mejerit pada Tuhan di dalam kesesakan. Padahal kemaren dah menggabungkan bagian2 menjadi satu dengan pake dan palu manual memakan satu hari… Tuhan tahu bahwa skill modelmakingku biasa dan tidak sebagus teman2ku. Tuhan bae menyediakan saya technician yang bernama Mr Effendi. Dia bener2 mengajari saya teknik2 yang benar untuk memotong, memahat, membuat kurva,dan mengamplas kayu dan. Saya benar2 belajar banyak dari Mr. Effendi terutama hati Mr Effendi dalam melakukan pekerjaan selalu dengan terbaik dan tidak pernah asal2an.Akhirnya selesai mailbox. Saya sangat puas karena saya tao sudah melakukan yang terbaik dan Tuhan bener2 memproses dan mengajari saya ttg kesabaran, bergantung pada Tuhan, kuasa dalam seruan pada Tuhan,dan semua hal2 penting yang harus saya alami. Saya telah mendapat sesuatu yang jauh lebih berharga dan kekal (proses pembentukan karakter) daripada semata2 nilai saja.
Mazmur 118:13, 18 dan 14
Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh, tetapi TUHAN menolong aku. TUHAN
telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut. TUHAN
itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.
Semester ini, saya baru menjadi pemimpin Komsel. Sebenernya saya sedikit ragu2 dan minder ketika melihat kekuranganku tunraungu dan komunikasi ama teman2 yang normal. Jadi saya takut banget gagal dan tidak bisa menjadi PKS yang maksimal buat mereka. Saya punya pengawas nama Ko X yang bertugas untuk mengawasi dan menolong saya waktu saya kesulitan dalam komsel. Dua bulan pertama, saya masih kurang lancar…. Sulit membagi waktu buat kuliah dan komsel. Waktu pertemuan PKS2 pada hari rabu, Ko R mengucapkan satu kalimat teguran yang bikin hatiku hancur, sedih dan kecewa banget rasanya
bener2 dipukul dengan batu keras dan tajam (rasanya bener2 ditolak sampai jatuh dan Tuhan bener2 menghajar aku dengan keras). Saya sampai merasa tidak pantas dan tidak layak menjadi PKS. Saya menangis di kamarku dan berseru pada Tuhan…
Apa yang harus kulakukan sekarang, Tuhan….. Saya tidak pantas… Saya tahu
ini akan terjadi.. ketakutanku sebelomnya bener2 terjadi…… Saya menangis…
Baru kali saya menangis karena merasa benar2 gagal dan tidak pantas memegang tanggung jawab ini. Aku beritao keluargaku, PKSku dulu Ko Yose dan gembala gereja ttg kejadian ini dan minta mereka mendoakan saya. Saya berpuasa mengevaluasi diriku dan minta petunjuk pada Tuhan. Tuhan bukakan aku satu per satu apa yang perlu aku perbaiki. Aku memang kurang meluangkan waktu buat anak2 komsel lebih banyak untuk kuliah. Cuma aku luangkan waktu buat mereka hanya waktu komsel dan makan malem selesai komsel. Keluarga, Ko eddy (gembala gerejaku) dan Ko Yose kasih firman bener2 menguatkan saya. Tidak sampai 1 hari, saya udah tidak berlarut2 dalam kesedihan. Saya segera ke tempat Ko X untuk minta maaf tidak melakukan tugas PKS yang maksimal dan minta support dari Ko X membantu saya. Sejak itu, saya meluangkan waktu buat anak2 lewat makan malem dan doa syafaat tiap hari. Tuhan kasih saya anak komsel baru bernama Henry dan Yoyo yang bener2 merupakan penghiburan buat saya. Saya sadar hanya Tuhan yang
sanggup memberikan pertumbuhan rohani pada anak2 komsel bukan saya. Saya hanya mengarahkan mereka pada Tuhan dengan menceritakan pengalamanku bersama Tuhan dan menjadi contoh teladan hidup buat mereka untuk hidup maksimal dan produktif buat Tuhan.
Saya mengerti hati Paulus senang melihat Timotius, dan jemaat
bertumbuh. Saya senang sekali melihat anak2 komsel bertumbuh dan rindu melihat mereka semakin mengenal dan mengasihi Tuhan lebih banyak lagi…. Tuhan bener2 menjadi kekuatanku. Tuhan mengajari saya gimana mengasihi anak2 komsel dengan kasih Tuhan bukan hanya sekedar kasih FT yang bagus dan keren tapi tanpa praktek nyata.
Mazmur 118:17
Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan
perbuatan-perbuatan TUHAN
Nah, banyak masalah bener2 membuat saya stress, sedih, kecewa, ditolak sampai jatuh, merasa tidak pantas memegang tanggung jawab. Tetapi saya TIDAK MATI (kalah) , saya HIDUP karena Tuhan menopang dan menolong saya. Saya telah menang melewati proses ini dan naik level. Saya hidup dan menang karena Tuhan itu kekuatanku. Saya sekarang telah menceritakan perbuatan2 Tuhan yang ajaib di dalam hidupku. Tuhan dah melakukan perbuatan2 ajaib terlalu banyak tidak bisa diceritakan semua ini pada blog ini.
Cuma beberapa kejadian penting saja. Intinya saya sangat kagum melihat
bagaimana Tuhan proses hidupku setelah melihat kejadian2 sepanjang semester 3. Saya akan terus bersyukur pada Tuhan dan menceritakan
perbuatan2Nya di masa lalu, masa kini maupun masa yang akan datang. Sekarang saya menatap masa depanku dengan penuh harapan dan damai sejahtera dengan setia berjalan dalam jalan rencana Allah yang sempurna.
Jadi, waktu kalian menghadapi suatu masalah sampai bikin kalian merasa tidak mampu dan merasa masalah ini di luar kemampuan kalian, BERSERULAH dan MENJERITLAH PADA TUHAN….. TETAP BERTAHAN…… ANDALKAN TUHAN….. Kalian akan mengerti maksud Tuhan setelah bertahan dan menang melewati masalah kalian. Jangan menyerah dan berhenti di tengah jalan ya! Peganglah janjiNya !!!
Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang
terpanggil sesuai dengan rencana Allah
Comments
2 Comments so far
keren ! hehe . great story .
Amazing story! You should tell your friend or deaf people who do not know God about your amazing story. Aku yakin bhw U akan menjadi alat Tuhan bagi org2 tuli. Pencobaan bisa memberi pengalaman baru dan membantu u lebih dekati dgn Tuhan…rohani u makin besar. God Bless You